5 FAKTA PENDAKI GUNUNG EVEREST PERTAMA INDONESIA YANG HARUS KAMU TAHU

Tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa nama Clara Sumarwati dari Jogjakarta adalah pendaki gunung Everest pertama dari Indonesia. Ada banyak fakta yang mengikuti klaim ini dan memperkuatnya sebagai sesuatu yang  memang terverifikasi kebenarannya. Fakta-fakta ini telah menjadi sebuah pencapaian yang secara tidak langsung membuat nama Clara Sumarwati kian diakui sebagai salah satu pendaki gunung terbaik di Indonesia.

Nah, apa saja sih, fakta-fakta penting tentang pendaki gunung Everest pertama dari Indonesia yang perlu kamu ketahui?

Yuk, baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

5 Fakta Paling Penting Tentang Clara Sumarwati Sebagai Pendaki Gunung Everest Pertama Asal Indonesia

pendaki gunung Everest

Sebagai gunung tertinggi di dunia, Everest memang penuh pesona. Ketinggiannya, pamornya, dan kisah yang ada di atas puncaknya, telah menerbitkan daya tarik yang sempurna bagi setiap jiwa penjelajah dunia, tak terkecuali pula dari Indonesia. Orang-orang seperti Clara Sumarwati dalam hal ini, adalah orang-orang yang ikut terpikat dengan daya tarik Everest.

Selain kuburan massal bagi banyak pendaki dunia, misteri gunung Everest juga menghantui kehidupan para pendakinya. Di Indonesia, misteri ini menjadi sebuah perdebatan panjang ketika pencapaian Clara di Everest, diperselisihkan lantaran ia tidak memiliki foto pemuncakan. Beberapa orang yang memandang sinis pencapaian ini menganggap Clara Sumarwati telah melakukan kebohongan.

Padahal Clara Sumarwati tidak pernah memanipulasi pencapaiannya di Everest. Pendaki asal Jogjakarta ini benar-benar telah mencapai puncak Everest tersebut pada tahun 1996. Seperti yang seringkali Clara Sumarwati sampaikan dalam banyak kesempatan bahwa ia memiliki seperangkat bukti akan pencapaiannya tersebut.

BACA JUGA:

Bukti-Bukti Keberhasilan Clara Sumarwati Mencapai Everest tahun 1996

pendaki gunung Everest

Lantas, apa sajakah bukti tercapainya puncak Everest oleh Clara Sumarwati pada tahun 1996?

Berikut beberapa di antaranya;

  • Sertifikat pemuncakan Everest yang diperoleh Clara Sumarwati dari Asosiasi Mountaineering Tibet dan China.
  • Clara Sumarwati mencapai puncak bersama 5 orang sherpa, dan 5 orang sherpa itu memverifikasi keberhasilan Clara. Temasuk juga Kaji Sherpa yang sekaligus bertindak sebagai sirdar.
  • Clara Sumarwati menceritakan dengan baik jalannya ekpedisi tahun 1996 tersebut dan tidak dijumpai kontradiksi antara ceritanya yang satu dengan yang lainnya.

Nah, setelah menyepakati bahwa Clara Sumarwati memang adalah pendaki gunung Everest pertama dari Indonesia yang mencapai puncak dalam ekspedisinya tahun 1996, lalu apa saja sih, fakta-fakta penting di balik itu?

Yuk, simak satu-persatu, ya.

Fakta Pertama: Clara Sumarwati adalah Orang Indonesia Pertama yang Berhasil Mencapai Puncak Everest

pendaki gunung Everest

Hal pertama dan paling pokok dari seorang Clara Sumarwati adalah ia merupakan orang pertama dari Indonesia yang mencapai puncak Everest. Sebelum kedatangan Clara di tempat tersebut, belum ada satu pun pendaki Indonesia yang pernah megunjunginya.

Mencapai puncak gunung Everest terletak di Nepal dan Tibet ini, adalah sebuah kebanggaan tersendiri pada masa-masa eksplorasi dunia. Kebanggaan ini tidak hanya ada pada diri sang pendaki yang meraih puncak tersebut, namun juga dirasakan oleh semua elemen bangsa Indonesia.

Tahun 1996 dimana Clara bersama dengan ekspedisinya berhasil membuat pendakian yang mengagumkan di Everest, adalah tahun-tahun dimana masa eksplorasi masih menemukan eksistensinya. Ada banyak negara di dunia yang berlomba-lomba untuk menempatkan para pendakianya di puncak dunia.

Dan beruntunglah bagi Indonesia, Clara Sumarwati mencapai puncak dunia pada masa itu pula.

Fakta Kedua: Clara Sumarwati adalah Wanita Indonesia Pertama yang Mencapai Puncak Everest

pendaki gunung Everest

Oya, kamu pasti tahu dong, bahwa laki-laki adalah pendaki yang mendominasi pencapaian puncak gunung dunia dimana saja. Nah, menjadi istimewa bagi Indonesia kemudian karena pencapaian pertama Everest untuk tanah air tidak dilakukan oleh seorang pendaki pria, tetapi justru seorang pendaki wanita.

Di banyak negara dengan budaya mendaki gunung yang kental, hampir dapat dipastikan bahwa para pemuncak Everest mereka yang pertama adalah pendaki pria. Sebut saja dimana misalnya, maka sangat jarang sekali ada wanita dari sebuah negara yang mencapai puncak Everest untuk pertama kali mewakili negaranya.

Ketika seorang wanita mencapai puncak gunung tertinggi dunia untuk yang pertamakalinya, tentu saja itu adalah sebuah keistimewaan yang luar biasa. Keistimewaan ini menjadi sesuatu yang lebih luar biasa lagi karena di Indonesia, Clara Sumarwati meraih prestasi itu ketika belum ada satu pun orang Indonesia yang bisa melakukannya.

Fakta Ketiga: Clara Sumarwati adalah Pendaki Asia Tenggara Pertama Kategori Pria dan Wanita yang Berhasil Memuncaki Everest

pendaki gunung Everest

Hal ketiga yang membuat nama Clara Sumarwati istimewa  sebagai pendaki gunung Everest pertama adalah karena ini juga merupakan pionir untuk ukuran Asia Tenggara. Dalam konteks negara ASEAN, Clara Sumarwati adalah orang pertama, kategori pria dan wanita, yang mencapai puncak gunung tertinggi di dunia.

Hal ini tentu saja cukup membanggakan, mengingat kawasan Asia Tenggara sendiri diisi oleh banyak negara. Dan pada masa sekarang, harus kita akui pula bahwa negara-negara tetangga sudah membuat banyak kemajuan dalam bidang mountaineering. Malaysia, Singapura, dan beberapa negara di Asia Tenggara yang lain, telah cukup produktif dalam ekspedisi mereka ke Himalaya.

Namun kebanggaan kepada Clara Sumarwati tetap ada, karena sosok dirinyalah menjadi yang pertama saat itu. Tahun 1996 ketika belum ada satu pun pendaki gunung dari Asia Tenggara yang menguak misteri gunung Everest dengan menggapai puncaknya, Clara Sumarwati telah berhasil melakukannya.

Bukankah hal itu adalah sesuatu yang membuat bangga bangsa Indonesia, kan?

Fakta Keempat: Clara Sumarwati Memuncaki Everest dari Sisi Utara yang Terkenal Lebih Sulit dan Teknis

pendaki gunung Everest

Gunung Everest hanya memiliki dua jalur reguler untuk tujuan pendakian komersial mencapai puncaknya. Jalur pertama tentu saja dari sisi selatan dimana Nepal menjadi pintu masuknya. Sementara jalur yang kedua adalah jalur utara dengan negara Tibet sebagai titik awal melakukan pendakian.

Nah, dua jalur ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Jalur utara secara umum diakui memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan jalur selatan. Jika kamu pernah menonton film pendakian Everest seperti The Climbers, The Wildest Dream dan beberapa film populer lain di Everest, maka itu semua berkisah tentang teknisnya jalur utara menuju puncak Everest.

Clara Sumarwati yang mencapai puncak Everest pada tahun 1996, itu menggunakan jalur utara. Jadi, tentu saja ia menempuh medan pendakian yang dianggap lebih sulit dan teknis.

Meskipun tentu saja, untuk gunung sekelas Everest tidak ada satu pun jalur yang mudah. Semuanya akan penuh dengan risiko. Bahkan jalur selatan yang paling ramai pun penuh dengan mayat gunung Everest di mana para pendaki dunia kehilangan nyawa mereka.

Fakta Kelima: Rekor Statistik Clara Sumarwati di Puncak Everest

pendaki gunung Everest

Dengan keberhasilannya menjadi pendaki gunung Indonesia pertama di puncak Everest, Clara Sumarwati juga mencatatkan namanya dalam rekor statistik pendaki gunung Everest. Beberapa rekor statistik Clara Sumarwati tersebut misalnya adalah;

  • Pendaki gunung wanita ke-37 secara keseluruhan yang berhasil mencapai puncak Everest.
  • Pendaki gunung ke-837 secara keseluruhan, baik kategori laki-laki mau pun perempuan yang berhasil mendaki gunung Everest.
  • Pendaki gunung wanita ke- 6 yang mencapai puncak Everest melalui jalur utara.

Dengan berbagai rekor statistik yang dimilikinya ini, Clara Sumarwati tidak dapat dinafikan telah menjadi salah satu sosok penting dalam dunia pendakian gunung Indonesia. Dengan segala pengorbanan dan dedikasinya, beliaulah yang telah membuka fokus perhatian publik mountaineering Indonesia ke sebuah gunung dengan puncak yang tertinggi di dunia.

BACA JUGA:

pendaki gunung Everest

Nah, sebagai bangsa yang besar dan punya nilai sejarah yang luar biasa, sudah sepatutnya kita bangga akan tanah air ini. Termasuk pula dengan sejarah yang ditorehkan oleh Clara Sumarwati yang menjadi pendaki gunung Everest pertama asal Indonesia. Semangat dan dan ketangguhan beliau dalam membuat pencapaian, sungguh layak untuk diteladani.

Oya Sobat Akasaka, terkait dengan pendakian gunung dan penjelajahan, sudah tahu belum kalau Akasaka Outdoor punya banyak produk baru buat kamu?

Ada jas hujan yang bisa dijadikan footprint tenda sekaligus bisa dijadikan bivak emergency. Ada juga matrass keren yang super empuk dan hangat yang akan membuat istirahatmu selama bertualang semakin nyaman, dan masih banyak lagi yang lainnya. Nah, kamu hanya perlu mengklik tautan dibawah ini untuk mendapatkan produk-produk tersebut.

Jadi, klik saja langsung, ya!

KLIK DISINI DAN DAPATKAN BERBAGAI PRODUK TERBARU DARI AKASAKA OUTDOOR UNTUK MENEMANI PETUALANGAN DAN PENJELAJAHANMU

Leave a comment

All comments are moderated before being published