3 FAKTA SEPUTAR FOOT ORIENTEERING YANG WAJIB DIKETAHUI

Foot Orienteering

Foot orienteering merupakan jenis kegiatan orienteering paling dasar. Berbeda dari jenis orienteering lain seperti cycle orienteering yang menggunakan sepeda gunung, pada foot orienteering, peserta memerlukan kemampuan lari atau jalan cepat serta kebugaran tubuh agar mampu menyelesaikan tantangan di wilayah dengan medan yang cukup menantang.

Bagi penggiat kegiatan alam, foot orienteering dapat menjadi ajang yang tepat untuk melatih ketangkasan, mengasah kemampuan membaca peta, sekaligus mengatur strategi agar mampu menyelesaikan tantangan seefisien mungkin.

Jika Sobat Akasaka tertarik mempelajari cabang olahraga lintas alam satu ini, ada beberapa hal seputar foot orienteering yang wajib diketahui.

Sejarah Foot Orienteering

Peta Orienteering

Foot orienteering pertama kali dikenalkan di Swedia pada akhir abad 19. Nama orienteering sendiri baru digunakan pada tahun 1886. Saat itu, foot orienteering didefinisikan sebagai kegiatan jelajah alam di wilayah yang belum terjamah dengan bantuan peta dan kompas. Sebelumnya, kegiatan outdoor satu ini menjadi bagian dari latihan fisik para anggota militer. Tujuannya tidak lain untuk mengasah kemampuan adaptasi dan survival petugas militer jika harus ditugaskan di wilayah antah-berantah.

Barulah beberapa tahun kemudian, foot orienteering dikenalkan kepada masyarakat sipil. Ternyata, antusias masyarakat pada masa itu cukup besar. Saking tingginya antuasiasme masyarakat dalam menjajal kegiatan orienteering, kejuaraan orienteering pun digelar. Kejuaraan orienteering dunia pertama kali digelar untuk umum pada 1897.

Jenis-jenis Foot Orienteering

Foot Orienteering

Meskipun termasuk ke dalam salah satu kategori orienteering, ternyata foot orienteering juga masih terbagi ke dalam beberapa kategori. Pembagian kategori ini disesuaikan dengan tingkat kesulitan medan, rata-rata usia peserta, hingga tantangan yang harus diselesaikan. Adapun beberapa jenis foot orienteering tersebut meliputi:

  • Long. Kategori foot orienteering satu ini biasanya diterapkan untuk kompetisi perorangan. Bisa dibilang, long competition merupakan yang tersulit sekaligus terpanjang dari seluruh kategori foot orienteering. Durasi kompetisi untuk kategori pria berlangsung selama 90-100 menit, dan 70-80 menit untuk wanita.
  • Middle. Middle competition dulu lebih dikenal dengan nama short competition. Sesuai dengan namanya, durasi kompetisi pada kategori ini pun lebih singkat yakni sekitar 30-35 menit saja. Biasanya, middle competition digelar di medan dengan tekstur permukaan tanah yang lebih kompleks.
  • Sprint. Kategori foot orienteering ini umumnya digelar di area perkotaan. Secara teknis, jenis foot orienteering satu ini relatif mudah dibanding dua kategori sebelumnya. Namun, peserta akan dihadapkan dengan pilihan rute yang berbeda dan cukup menantang. Durasi kompetisi sprint competition biasanya berlangsung selama 12-15 menit.
  • Relay. Pada kompetisi relay, peserta biasanya akan dibagi ke dalam kelompok beranggotakan tiga orang. Masing-masing peserta harus mampu bekerja sama dalam rute yang berbeda agar dapat sampai ke garis finish.
  • Sprint Relay. Berbeda dari jenis relay sebelumnya, pada sprint relay peserta dibagi ke dalam regu dengan anggota empat orang. Masing-masing regu harus terdiri dari dua orang pria dan wanita. Peserta wanita harus menduduki urutan relay pertama dan terakhir. Kegiatan orienteering ini juga biasanya diadakan di wilayah urban.

Aturan Main Foot Orienteering

Foot Orienteering

Berbeda dari kegiatan lintas-alam pada umumnya, foot orienteering memadukan berbagai aspek, mulai kemampuan berpikir cepat, navigasi, kekuatan fisik, dan kecepatan. Peserta akan diberikan peta yang menggambarkan lintasan orienteering yang terdiri dari garis start, titik kontrol, garis finish, serta deskripsi kontrol.

Setiap titik kontrol yang dikunjungi peserta harus ditandai dengan bendera kontrol. Pada kegiatan ini, penyelenggara biasanya tidak menentukan rute yang harus dilalui. Peserta harus mengatur strategi sendiri agar dapat menentukan rute yang tepat. Setiap peserta tidak diperbolehkan menggunakan GPS, kompas digital, altimeter, ponsel, dan barang elektronik lain.

Keberhasilan kompetisi foot orienteering sangat bergantung pada kemampuan peserta dalam membaca peta, mengatur strategi, serta kondisi fisik yang prima. Kelengkapan sarana, seperti kaus, dan alas kaki pun memainkan peran yang cukup penting dalam menentukan keberhasilan kompetisi. Karenanya, pastikan Sobat Akasaka memilih perlengkapan kegiatan outdoor yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Leave a comment

All comments are moderated before being published